TIGA TIPOLOGI MANUSIA DALAM SURAT AL-BAQARAH.Tadarrus Ayat 6- dst.

TIGA TIPOLOGI MANUSIA DALAM SURAT AL-BAQARAH.Tadarrus Ayat 6- dst.

بسم الله الرحمن الرحيم
إن الذين كفروا سواء عليهم ءأنذرتهم أم لم تنذرهم لا يؤمنون ختم الله على قلوبهم وعلى سمعهم وعلى أبصارهم غشاوة ولهم عذاب عظيم. ومن الناس من يقول أمنا بالله وباليوم الآخرة وما هم بمؤمنين.. (أية ٦ ٧ ٨ ٩ ١٠ ١١ ١٢ ١٣ ١٤ ١٥ ١٦)
Saudaraku!

Sesungguhnya intisari dari Surah Al-Baqarah ini terletak pada klasifikasi dan kriteria tipologi manusia secara umum dengan karakter yang disebut oleh Allah dengan tiga tipologi Besar:
Pertama: TIPOLOGI MU’MIN.
Allah memberikan kriteria Hamba-hamba pilihan Allah sebagai orang yang beriman dan bertaqwa pada ayat 1-5 Surat al-baqarah. Allah Swt menjelaskan 8 M Kriteria yang disebut Mukmin.

  1. Muttaqun
  2. Mukminuuna bilghaib
  3. Muqimuuna lisshalat
  4. Munfiquuna minarrizqi
  5. Mukminuuna bil kutub
  6. Muqinuuna bil akhirah
  7. Muhtaduuna
  8. Muflihuuna
    Penyebutan Tipologi Mukmin didahulukan oleh Allah semata-mata karena kemuliaannya dan penghormatan Allah kepada Orang yang Beriman. Kemulian-demi kemuliaan yang Allah sematkan kepada Orang Mukmin dengan delapan kriteria tersebut menunjukkan tingginya derajat yang dimiliki oleh orang mukmin. Di samping untuk menjadi orang mukmin yang paripurna bukanlah perkara yang mudah dan gampang namun membutuhkan dan memerlukan ikhtiar, iktisab, assa’yi, al-juhd, al-thoqoh, al-quwwah, al-qudrah (usaha,karya, cipta, karsa, kemampuan, kekuatan, etos kerja) dalam meraih ke delapan kriteria tipologi mukmin itu. Mengingat banyaknya kriteria menunjukkan kemuliaan esensinya.
    كثرة الأسماء والصفات تدل على شرف المسمى
    Banyak identitas dan karakter yang melekat pada seseorang atau sesuatu menunjukkan kecemerlangan dan kemuliaan derajat orang atau sesuatu itu.

KEDUA: TIPOLOGI KAFIR
Tipologi kedua ini lebih spesifik disebut oleh Allah sebagai orang tertutup mata hatinya, pendengarannya dari menerima kebenaran. Kafir dalam terminologi al-Quran memberi rangsaangan makna yang bukan saja kafir secara teologis-aqidah, tapi juga kafir dalam makna sosiologis. Kafir teologis yang kemudian disebut sebagai Musyrik (orang yang menyembah selain Allah) atau bisa jadi orang yang beriman kepada Allah jatuh kelembah kesyirikan jika beribadah karena ingin sanjungan, karena ingin jabatan, ingin disebut orang yang paling berderma, orang paling alim shaleh, orang yang paling kaya raya. Dan ini juga membahayakan teologis seseorang karena masih distempel assyirkul khofii (الشرك الخفى) syirik tersembunyi karena berbuat bukan karena Allah. Sedangkan kafir secara sosiologis dapat dimaknai sebagai insan yang beriman insan yang berilmu insan yang berkecukupan namun tercover tertutup oleh cover buku lembaran kehidupannya dengan tidak mampu membuka lembaran-lembaran kehidupan kemanusiaan yang dapat memberikan kemamfaatan kepada orang lain karena ketidaksyukurannya atas semua karunia pemberian Allah. Diberikab jabatan tercover -tertutup jiwa amanah dan keteladanannya dalam memimpin, diberikan ilmu pengetahuan terkafir-terkover keilmuannya karena kesombongan dan kecongkakan karena merasa paling berpengetahuan. Diberikan harta benda terkafir-tercover kedermawanan dan kefilantropiannya karena kerakusan, ketamakan,keambisian untuk menguasai harta material itu. Ini juga termasuk dalam kontek kafir nikmah (كافر النعمة). Bagaimanapun kafir tetap tak direspek oleh Allah dalam segala hal.
لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابى لشديد.
Tegas Ayat ini menyebut kata Kafara… Kafartum.. Jika Anda Kafir terhadap nikmat-nikmat itu ketahuilah siksa-Ku amat dahsyat.
Intinya Allah menyebut tipologi Kafir setelah orang mukmin guna menjelaskan putih dan hitam. Menjelaskan arah Barat atau timur menjelaskan kanan kiri secara berlawanan. Mukmin tentu versusnya kafir. Di sinilah esensi penyebutan tipologi mukmin dan kafir.

KETIGA: TIPOLOGI MUNAFIQ
Allah swt menomortigakan penyebutan tipologi orang munafik karena beberapa sebab:
Pertama: bisa jadi karena tipologi orang munafik ini adalah tipologi yang paling hina karena dosanya dua. Dosa beriman yang diingkarinya dan dosa mengingkari orang lain. Bedahal dengan orang kafir dia hanya dosa tak berimannya dan dia tak mengingkari keimanannya sehingga ada peluang untuk menjadi mukmin.
Kedua: Munafik adalah penyakit hati yang paling bahaya, sehingga Allah lebih banyak porsi menjelaskan karakter dan watak orang munafik dibanding dengan dua tipologi sebelumnya. Tipologi Mukmin Allah hanya menyebutnya dalam lima ayat. Tipologi kafir hanya menyebutnya dua ayat. Sedangkan tipologi orang munafik Allah sebut secara berurutan dari ayat 7-16 yang semua ayat ini menjelaskan sifat dan watak orang munafik.
Ketiga: bisa jadi orang munafik itu adalah identitas keagamaan orang yang tak jelas. Abu-abu, kabur, kamuplase, hanya sebatas simbol, hanya lifeservice, hanya lisan semata, hanya omong kosong, yang tak berpihak kepada keyakinan kebanyakan orang.
Keempat: Bisa jadi tipologi kemunafikan adalah tipologi yang berbahaya karena hanya bertameng dengan kekuasaannya, bertameng dengan keilmuannya, bertameng dengan harta bendanya namun semuanya hanya berorientasi pada kepuasan dan keserakahan diri. Ini pun masuk dalam tipologi hipokretik-munafik.

Semoga Allah mengukuhkan keimanan kita dan menjauhkan kita dari sifat kekafiran dan kemunafikan. Amin ya robbal alamin.
Tadarrus di rumah saja, Sabtu 16 Ramadhan 1441 / 9 Mei 2020

Share this post