ENAM GELAR KEMULIAAN DARI ALLAH SWT: GELAR PARA SARJANA UNIVERSITAS SYAHRU RAMADHAN AL-MUBARAK

ENAM GELAR KEMULIAAN DARI ALLAH SWT: GELAR PARA SARJANA UNIVERSITAS SYAHRU RAMADHAN AL-MUBARAK


Tadarrus Surat al-Baqarah ayat 183-187

Saudaraku!
Menurut hemat al-Faqier, tak apalah Puasa Ramadhan kita ibaratkan sebagai lembaga pendidikan dan lembaga akademik, sebab di lembaga pendidikan lah tempat ditemukan kurikulum yang mampu merubah pola kognitif, afektif, dan psikomotorik seseorang. Bulan Ramadhan anggap saja sebagai sebuah universitas yang mengayomi dan tempat menggembleng watak dan karakter peserta Didik yang kemudian disebut sebagai Soimiin -Soimat (صائمين-صائمات) laksana Mahasiswa -Mahasiswi /Pelajar.
Bagaimana tidak, Ramadhan dengan kurikulumnya yang lengkap (قيام العبادة-صيام العبادة) dapat membentuk pola dan watak penempuhnya menjadi insan-insan yang bermanfaat dan berguna untuk dirinya dan ummat pasca dia menempuh studi di Universitas Ramadhan.
Saudaraku! Perlu kita camkan bahwa
Puasa Ramadhan-Sebuah Amanah dari Allah swt yang harus ditunaikan. Di awal surat al-Baqarah (ayat 1-5) ibadah puasa tidak dijelaskan di situ oleh Allah karena beberapa sebab. 1) Puasa Ramadhan memang berbeda dari ibadah yang lain, karena ibadah puasa adalah ibadah sirriyyah yang sulit dibedakan antara orang yang puasa atau tidak. Maka Allah khususkan di antara ibadah yang lain. 2)Allah menjelaskan secara khusus tentang puasa Ramadhan di surat al-Baqarah ayat 183-187 dengan segala dimensi khas Ramadhan. 3). Ramadhan sebagai ibadah yang panjang pelaksanaanya sehingga harus diberikan porsi dan posisi strategis di antara syariat Allah yang lain.
Berangkat dari posisi Puasa yang sangat strategis itu, Maka dapat dipetakan beberapa hikmah dan faidah sekaligus gelar kehormatan dari Allah bagi siapa saja yang mampu melakukannya sampai Ramadhan ini berakhir nanti. Justru itu
Tetaplah berbahagia dan bersukacita atas karunia Allah yang tercurah kepada kita semua. Curahan rahmat dan kasih sayang Allah atas hamba-Nya yang tak pernah putus asa menggapai rahmat Allah swt. Khususnya capaian rahmat Allah pada bulan Ramadhan.
Bulan suci Ramadhan dengan rangkaian amaliyah wajib berupa zakat fitrah kemudian kita tampakkan rasa syukur kita dengan kita bertahmid bertasbih sebagai petanda bahwa kita sejatinya telah menjadi alumni alumni yang sukses dalam menjalankan agenda-agenda akademik dan non-akademik dari ilahy robbi Allah swt selama bulan Ramadhan. Maka dari itulah capaian akademik hamba-hamba Allah swt secara langsung maupun tak langsung telah menyematkan enam gelar kemuliaan bagi Hamba-Nya yang menjalankan agenda ramadhan dengan sempurna.

Enam Gelar yang keutamaan itu dapat ditemukan dalam surat al-Baqarah ayat 183 sampai 187 yang satu paket dan serangkaian dengan Ibadah Puasa Ramadhan.

GELAR PERTAMA: GELAR Al-MUKMINUN

يا ايها الذين آمنوا………
Penggilan peserta ibadah yang difardhukan oleh Allah. Sekaligus panggilan kehormatan dari Allah swt. (نداء التشريف) panggilan terhormat yang disematkan oleh Allah dalam acapkali memanggil hamba-Nya untuk menjalankan khittah dan ajaran-Nya. Allah tidak memanggil kecerdasan Akal hamba-Nya saat melaksanakan tugas ibadah karena bisa jadi jika akal yang dipanggil ada protes dan tak berterima atas perintah itu. Maka Allah panggil hati yang beriman agar Terasa ringan untuk mentaati perintah Allah itu meskipun berat dan pahit sekalipun.
Wisudan utama yang dipanggil Allah saat wisuda Universitas Syahru Ramadhan Al-mubarak adalah Gelar Al-Mukminun dengan indek prestasi komulatif (IPK) yang sangat memuaskan. Sebagaimana Allah tuangkan dalam surah Al-Mukminun:1-5.
قد أفلح المؤمنون……… الاية…

GELAR KEDUA: GELAR Al-MUTTAQUN

يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون (البقرة : ١٨٣)
Gelar kehormatan ini tidaklah mudah untuk diraih membutuhkan kerja cerdas, kerja insaf, kerja tuntas dan kerja ikhlas.
Identitas ketaqwaan seseorang menjadi pembeda antara semua makhluk Allah, menjadi peringkat wisuda yang paling tinggi bagi siapa saja yang mengikuti agenda perkuliahan selama berada di Universitas Syahru Ramadhan al-Mubarak. Predikat summa cumlaude yang tidak semua orang dapat meraihnya. Gear al-Muttaqun memiliki Indeks Prestasi Komulatif yang tercermin dalam makna تقوي :
تائب الى الله
Orang yang selalu taubat atas segala khilaf dan salah kepada Allah swt maupun kepada sesama manusia. Jiwa taubah ini akan terus terjaga sampai sebelas bulan kedepan bagi siapa saja yang meraih ketaqwaan dari Allah swt.
قانع قنوع الى قضاء الله
Orang yang selalu tenang hati dan perasaannya atas segala ketetapan Allah swt. Orang yang mendapat titel taqwa tak akan pernah gundah gulanya dan pesimis atas segala dinamika dan dialektika kehidupan. Orang yang taqwa terpatri jiwa tenang dan damai dalam segala suasana.
Imam Syafii bernasihat:
دع الايام تفعل ما تشاء # وطب نفسا اذا نزل القضاء
فلا تجزع لحادثة الليالي # فما لحوادث الدنيا بقاء
اذا ما كنت ذاقلب قنوع # فانت ومالك الدنيا سواء
Biarkan dunia ini berdialektika sekehendaknya-namun tetap perbaiki jiwa ini jika ada masalah menimpanya.
Jangan pernah gentar dan goyah dengan peristiwa yang terjadi-karena semua peristiwa itu tak akan abadi selamanya.
Jika anda memiliki hati yang damai dan tenang-sesungguhnya anda dan penguasa kerajaan penguasa sun is sekalipun sama saja.
Identitas taqwa yang selanjutnya adalah:
ورع متورع الى شيء ليس من عنده.
Orang yang taqwa panti memiliki jiwa tindih dalam kehidupannya. Tak akan pernah mengambil hak yang bukan miliknya. Tak akan menzalimi orang lain. Tak akan pernah korupsi atas harta benda orang lain. Predikat taqwa menjadi penjaga dari berbuat kezaliman kepada orang lain.
Identitas berikutnya adalah:
يقين -متيقن الى الله تعالي
Orang yang taqwa tak akan pernah ragu akan segala keputusan Allah untuk dirinya. Beribadah dilaksanakan dengan penuh optimisme dan keyakinan akan balasan Allah yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya.
Inilah yang dimaksudkan oleh Allah swt bahwa orang bertaqwa diberikan gelar pembeda oleh Allah dan terhapus kesalahan dan dosa nodanya.
ياايها الذين آمنوا ان تتقوا الله يجعل لكم فرقانا ويكفر عنكم سيئاتكم ويغفر لكم والله ذوالفضل العظيم (سورة الانفال : 29)

GELAR KETIGA: AL-ALIMUUN
وأن تصوموا خير لكم إن كنتم تعلمون (البقرة: ١٨٤)
Gelar Akademik yang kedua adalah orang yang cerdas orang yang berpengetahuan orang yang berpendidikan. Jika orang yang sudah mendapatkan predikat berilmu maka inilah orang yang sukses dunia akhirat karena raihan dunia harus dengan ilmu pengetahuan akhiratpun harus dengan ilmu pengetahuan jua.
Orang yang berpuasa sebulan suntuk dan wujud puasa diterapkan di kehidupan selanjutnya maka dia meraih kemuliaan dan derajat yang mulia.
يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات.
Dipertegas dalam surat Annisa’: 163.
لكن الراسخون فى العلم منهم والمؤمنون يؤمنون بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك والمقيمين الصلوة والمؤمنون الزكاة والمؤمنون بالله واليوم الآخر أولئك سنوتيهم أجرا عظيماً.
Orang yang cerdas adalah orang yang terpatri dalam jiwa raganya aspek spritualitas yang tinggi seperti beriman terhadap alquran dan kitab terdahulu. Tegakkan shalat tunaikan zakat yakin akan adanya hari akhir merekalah orang yang diberikan kecerdasan yang paripurna.

GELAR KEEMPAT: AS-SYAKIRUN.
ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون (البقرة : ١٨٥)
Gelar Syakirun orang yang selalu menghargai nikmat Allah swt sekecil apapun nikmat Allah yang Allah berikan kepada dirinya. Orang yang selalu berterimakasih atas segala jasa jerih payah orang yang telah berjasa pada dirinya. Orang yang tak akan pernah khianati orang yang memberikan andil kesuksesan pada dirinya. Maka pantaslah Allah berjanji dengan sesungguhnya jika kita hamba-Nya mampu bersyukur atas segala karunia nikmat Allah swt.
وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابى لشديد (سورة إبراهيم : ٧)
Syukur sesungguhnya ibadah yang tak ternilai harganya dan kemuliaannya. Tak gampang menjadi orang yang pintar bersyukur. Orang yang keluar dari Universitas Syahru Ramadhan akan terpatri jiwa syukur dalam segala karunia Allah swt.

GELAR KELIMA: AR-RASYIDUN
فليستجيبوا لى وليؤمنوا بى لعلهم يرشدون (البقرة : ١٨٦)
Gelar arrasyidun adalah anugerah yang mulia dari Allah. Sebab orang yang mendapatkan ar-rusyd ar-rasyad dari Allah swt adalah hamba Allah pilihan yang setiap saat dan waktu selalu mendapatkan bimbingan konseling dari Allah swt.
Justru orang yang arrasyidun inilah orang yang mendapatkan karunia termulia. Sebagaimana Allah jelaskan tentang karakter orang yang asyidun dalam surat Al-hujurat ayat 7:
واعلموا أن فيكم رسول الله لو يطيعكم فى كثير من الأمر لعنتم ولكن الله حبب إليكم الإيمان وزينه فى قلوبكم وكره إليكم الكفر والفسوق والعصيان أولئك هم الراشدون (الحجرات:٧)
Orang orang yang tercerahkan dan terbimbing adalah orang yang:
Muhabbab: orang yang dipunuhkan rasa cinta keimanan dalam batinnya. Tak ada keraguan sedikit pun dalam keyakinannya.
Muzayyan: orang yang terhiasi relung relung mata bathin jiwa raganya dalam sanubarinya dengan keimanan yang sempurna.
Mukarrah: Orang yang terjauhkan dari dirinya sifat kekufuran. Kefasikan dan kedurhakaan.
Inilah orang yang Rasyidun.

Saudara ku yang mulia.

GELAR KEENAM: GELAR MUTTAQUN DOUBLE DEGREE.
كذلك يبين الله آياته للناس لعلهم يتقون (البقرة : ١٨٧)
Gelar al-Muttaqun yang kedua ini sedikit berbeda dengan gelar al-Muttaqun pertama. Gelar muttaqun kedua ini seolah-olah gelar S2 atau S3 bagi para alumni Strata Satu. Sebab konten ayat muttaqun pertama tentang perintah umum puasa. Sedangkan al-muttaqun kedua tentang larangan dan rambu-rambu khusus yang harus dilalui oleh orang yang puasa. Tak ubahnya mata kuliah lebih spesifik didapatkan pada gelar Al-Muttaqun yang kedua.
Artinya adalah capaian gelar al-Muttaqun itu harus terus dipertahankan dan tidak boleh diabaikan setinggi apapun gelar gelar yang lain. Maka al-muttaqunlah yang menjadi baromater kesuksesan dalam segala dimensi kehidupan.
إن أكرمكم عند الله أتقاكم ..الأية
Demikianlah Gelar gelar kehormatan dari Allah kepada kita semua para alumni universitas syahru ramadhan semoga kita terus istiqomah memegang amanah gelar gelar tersebut dan kita bermohon kepada Allah untuk pengampunan segala dosa dan khilaf kita semua.
Edisi Tadarrus Senin 18 Ramadhan 1441 H/ 11 Mei 2020 M. Stay at Home membersamai keluarga. Semoga Barokah.

Share this post