EMPAT KARAKTER AL-MUTTAQUN SEBAGAI GELAR KEHORMATAN DARI ALLAH DAN STRATEGI MERAIHNYA

EMPAT KARAKTER AL-MUTTAQUN SEBAGAI GELAR KEHORMATAN DARI ALLAH DAN STRATEGI MERAIHNYA

Tadarrus Surat al-Baqarah Ayat: 1-5.
بسم الله الرحمن الرحيم
الم ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين الذين يؤمنون بالغيب ويقيمون الصلاة وبالآخرة هم يوقنون الذين يؤمنون بما أنزل اليك وما انزل من قبلك وبالأخرة هم يوقنون اولئك على هدى من ربهم واولئك هم المفلحون.
Saudaraku!

Dua Gelar kemuliaan itu adalah gelar Al-Muttaqun dan Gelar al-Muflihun.
Bila mana gelar itu disematkan kepada hamba Allah yang bernama Manusia?.

Pertanyaan mendasar adalah: kenapa ayat ini diawali dengan Al-Muttaqun dan diakhiri dengan al-Muflihun:

Mari kita telusuri ayat perayat dari awal surat al-Baqarah ini. Ujung Awal ayat ini adalah
هدى للمتقين

Pertanyaan akademisnya adalah: Al-Quran petunjuk orang yang bertaqwa. Kok Orang yang bertaqwa? Logikanya orang yang bertaqwa sudah bertaqwa kepada ALLAH dengan segala rangkaiannya? Kenapa tidak petunjuk bagi orang-orang yang lalai, lalim, pendusta, munafik, dll..mohon ampun ya Allah semoga Hamba tidak salah menanyakkan itu?
Bisa jadi tujuan petunjuk kepada al-Muttaqin itu adalah bentuk preventif dan antisipatif akan terjadinya penyimpangan karakter asasinya yang tercermin dalam makna huruf yang terkandung di dalamnya. Petunjuk bagi Orang yang bertaqwa. Kata Hudan mencerminkan fungsi utama al-kitab (al-qur’an) secara spesifik petunjuk bimbingan-arahan dan way of life bagi orang yang terpatri karakter (تقوى) yang semakna dengan:
Pertama: Tawaddhu” (ت) متواضع: Petunjuk agar tetap Rendah hati tak congkak tak angkuh dalam menapaki kehidupan kemanusiaan. Karena sifat kemanusiaan itu adalah potensi kesombongan. Justru itu al-Quran al-Kitab sebagai Hudan justru petunjuk bagi manusia agar terarah hidup dan kehidupannya meski sudah menjadi al-muttaqin karena tak menutup kemungkinan untuk menyeleweng dan menyimpang dari petunjuk itu. Inilah esensi
هدى للمتقين المتواضعين

Kedua: قناعة-مقنع-قنوع (ق): Al-Kitab-al-Quran memberikan petunjuk agar orang yang sudah bertaqwa ini tidak terjerumus kelembah keserakahan harta benda. Hidup hedonisme Hidup serba material dengan bimbingan menuju tetap menjadi Hamba yang Selalu merasa cukup dalam hidupnya meski dalam kondisi berkecukupan. Inilah esensi:
هدى للمتقين المقنعين
Ketiga: (و) ورع-متورع
Hudan (petunjuk) untuk terus manusia bersikap tindih tak memangsa hak-hak orang lain dalam hidupnya. Sikap kehati-hatian dalam memperoleh harta materi menjadi tugas utama al-quran dalam memberikan bimbingan kearah kehidupan yang menenangkan dan menenteramkan. (هدى للمتقين المتورعين)

Keempat: (ى) اليقين-المتيقن
Petunjuk manusia ke arah kemantapan keyakinan, baik keyakinan terhadap norma agama, norma kehidupan, norma keummatan norma kebangsaan. Manusia sering goyah keyakinannya karena sebab tiga faktor di atas. Faktor Kesombongan, Faktor kerakusan dan faktor kepongahan sehingga harus ditutupi dan perkuat oleh sebuah komitmen keyakinan yang paripurna agar ending akhir manusia itu bertemu dalam keyakinan perjumpaan dengan Allah. (واعبد ربك حتى يأتيك اليقين)

Kira-kira seperti itulah kandungan makna Hudan lil muttaqin. Wallahu a’lam bis shawab.
والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب.

Bersambung……

Selamat membaca Rabu: 13 Ramadhan 1441 H. 6 -5- 2020 M

Share this post