DUA PULUH HIKMAH DAN KEMULIAAN BULAN PUASA RAMADHAN DALAM PERSPEKTIF NABI MUHAMMAD SAW

DUA PULUH HIKMAH DAN KEMULIAAN BULAN PUASA RAMADHAN DALAM PERSPEKTIF NABI MUHAMMAD SAW


Al-Faqir mengutip hadis Nabi Muhammad tentang Hikmah Ramadhan sebagai berikut:

عن سلمان الفارسي – رضِي الله عنه – قال: خطَبَنا رسول الله – صلَّى الله عليه وسلَّم – في آخِر يومٍ من شعبان فقال: ((يا أيها الناس، قد أظلَّكم شهرٌ عظيم مُبارَك،
شهرٌ فيه ليلةٌ خيرٌ من ألف شهر،
جعَل الله صِيامه فريضة،
وقيامَ ليله تطوُّعًا،
مَن تقرَّب فيه بخَصلةٍ من الخير كان كمَن أدَّى فريضةً فيما سِواه،
ومَن أدَّى فريضةً فيه كان كمَن أدَّى سبعين فريضةً فيما سواه، وهو شهر الصبر،
والصبر ثوابُه الجنَّة،
وشهر المواساة،
وشهرٌ يُزاد فيه في رِزق المؤمن، مَن فطَّر فيه صائمًا كان مغفرةً لذنوبه
وعتق رقبته من النار، وكان له مثلُ أجره من غير أنْ ينقص من أجره شيء))، قالوا: يا رسول الله، ليس كلنا يجد ما يُفطِّر الصائم، فقال رسول الله – صلَّى الله عليه وسلَّم -: ((يُعطِي الله هذا الثواب مَن فطَّر صائمًا على تمرة، أو شربة ماء، أو مذقة لبن،
وهو شهرٌ أوله رحمة،
وأوسطه مغفرة،
وآخره عتق من النار،
مَن خفَّف عن مملوكه فيه غفَر الله له وأعتقه من النار، فاستكثِروا فيه من أربع خِصال: خصلتين ترضون بهما ربكم، وخصلتين لا غني بكم عنهما؛
فأمَّا الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم: فشهادة أن لا إله إلا الله، وتستغفرونه،
وأمَّا الخصلتان اللتان لا غنى بكم عنهما: تسألون الله الجنَّة وتعوذون به من النار، ومَن سقَى صائمًا سَقاه الله من حوضي شربةً لا يَظمَأ بعدَها حتى يدخُل الجنَّة))

انظر: الترغيب والترهيب؛ للمنذري (2/ 95)، مشكاة المصابيح (1965)، كنز العمال (24276).

Dari Salman al-Farisi r.a. berkata, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan khutbah kepada kami di hari terakhir bulan Sya’ban. Beliau bersabda:
Wahai manusia, Sungguh kalian akan dinaungi bulan yang agung dan penuh barokah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah mewajibkan puasa pada siang harinya dan mensunahkan qiyamullail (shalat tarawih).
Siapa bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah di bulan ini dengan kebaikan, maka seperti melaksanakan amal wajib di bulan lain, dan siapa yang melaksanakan amal wajid di bulan ini, maka seperti mengamalkan 70 amal wajib di bulan lainnya.
Ramadhan adalah bulan sabar dan pahala sabar adalah surga. Bulan kasih sayang dan kepedulian. Bulan dimana Allah pasti menambah rizki orang beriman.
Siapa yang memberikan makan berbuka bagi yang puasa, maka Allah anugerahkan ampunan dosa, pembebasan dari neraka dan pahala seperti pahala yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahalanya orang yg berpuasa. Sahabat berkometar: Tidak setiap kita mampu memberikan seperti itu.? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: pahala tersebut tetap Allah berikan kepada mereka yang hanya mampu memberikan sebiji kurma, seteguk air putih atau susu.
Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa meringankan pembatu (karyawan) di bulan ini, maka Allah ampuni dosanya dan dibebaskan dari neraka. Maka perbanyaklah 4 hal di bulan ini; 2 hal yang membuat Allah ridha, yaitu syahadat (bersaksi) bahwa tiada tuhan selain Allah dan istighfar (memohon ampunan). Dan 2 hal yang pasti kalian butuhkan, yaitu memohon surga dan berlindung dari neraka.
Siapa yang memberikan minum bagi orang yang berbuka puasa, maka Allah pasti akan memberikan munuman di akhirat dari telagaku, dimana tidak akan kehausan hingga ia masuk surga.

Berdasarkan Hadis di atas dapat disimpulkan bahwa ada dua puluh hikmah dan fadhilah bulan Ramadhan:

Pertama: Bulan Agung Nan berkah.
Kedua: Bulan yang suatu malamnya lebih baik dari seribu bulan.
Ketiga: Bulan diwajibkan puasa di siang harinya.
Keempat: Malamnya dijadikan ibadah sunnah berupa shalat taraweh.
Kelima:Bulan kebaikan amalan sunnah yang digandakan fahalanya seperti pahala menunaikan ibadah wajib.
Keenam: Bulan Amalan satu kewajiban dibalas sekualitas 70 amal kewajiban di luar Ramadhan.
Ketujuh: Bulan Sabar
Kedelapan: Bulan Syurga
Kesembilan: Bulan Kasih Sayang dan bulan berbagi.
Kesepuluh: Bulan Pembagian Rizqi bagi semua yang beriman.
Kesebelas: Bulan berbagi makanan
Keduabelas: Bulan Rahmat Allah
Ketiga belas: Bulan Maghfirah Allah
Keempat belas: Bulan pembebasan dari Api Neraka.
Kelima belas: Bulan kepedulian antarsesama.
Keenam belas: Bulan memperbanyak Doa.
Ketujuh belas: Bulan Keredhaan Allah.
Kedelapan belas: Bulan Syahadat (bulan bersaksi totalitas kepada Allah)
Kesembilan belas: Bulan Roja’ akan fasilitas Syurga.
Kedua puluh: Bulan Isti’azah (perlindungan) dari api neraka.

Referensi: at-Tarhib wa at-Tarhib- karya al-Munziry, Misykatul Mashabih dan Kanzul Ummal.

Semoga Bermanfaat dan semoga dapat mengambil pembelajaran untuk meraih kemuliaan hakiki di bulan suci Ramadhan ini.

Jumat Barokah, 1 Ramadhan 1441 H/ 24 April 2020.
Edisi Stay at home. Jempong Baru Mataram.

Share this post