DAHSYATNYA DOA SI KECIL: SETARA DENGAN DOA IBU KEPADA ANAKNYA DAN NABI KEPADA UMMATNYA.

DAHSYATNYA DOA SI KECIL: SETARA DENGAN DOA IBU KEPADA ANAKNYA DAN NABI KEPADA UMMATNYA.

Kekuatan Doa itu bukan pada redaksi doa itu, namun sesungguhnya kedahsyatan doa itu manakala dibacakan oleh siapa?
Meski Doa itu dengan bahasa Sasak yang sederhana, simpel semisal, Mudah-mudahan gamak anakku jari kanak sak pacu ngaji sembayang? Mudah-mudahan gamak jari kanak sak saleh bakti tipak inak amakne. Doa sederhana ini keluar dari mulud Sang Ibunda, Doa sederhana ana itu menyamai doa Nabi Terhadap Umatnya, pasti tak akan tertolak sebab tak ada hijab penghalang antara dirinya dengan Allah swt.
Doa Terdahsyat kedua juga keluar dari mulut anak kecil yang belum akil baligh. Anak dengan keluguan dan kepolosannya disitulah dia memilik nilai spiritualitas yang tinggi di sisi Allah swt. Anak yang belum baligh tak punya dosa suci bersih dari noda dan dosa, maka manakala dia berdoa dengan doa sesederhana mungkin, dengan bahasa yang tidak sefasih anda membacakan doa sapu jagat, rabbana atina fiddunna hasanah, namun doa si kecil itu mampu menggerakkan dan menggetarkan Arasy Allah swt karena dahsyatnya doa si kecil, mengalahkan doa Ulama-ulama yang meski mereka fasih karena si kecil jelas jika dia meninggal dia akan menjadi penyelamat kepada Ibu Bapaknya dari api neraka, saking karena kedahsyatan doa dan eksistensi keberadaan anak-anak yang belum baligh. Pantaslah para ulama-ulama besar tidak segan-segan mencium tangan anak kecil karena gambaran ketawakkalan manusia kepada Allah swt. Gambaran kesucian manusia yang belum terkontaminasi oleh perbuatan kezhaliman, perkataan kemunafikan, perkataan kebohongan dan kepura-puraan.
Beruntunglah Siapa saja yang memiliki dan mengasuh anak-anak kecil, anak yatim piatu yang dapat mendoakannya dalam setiap denyut jantung kehidupannya.
Elzam – Roziqi. Dua Jagoaan Putraku yang semoga kelak menjadi anak-anak yang soleh dapat menjadi pelanjut penyebar kebaikan untuk dirinya dan orang lain. Satu Putriku Sakiena semoga kelak menjadi perempuan yang solehah dalam segala dimensi kehidupannya di belakang hari nanti. Amin.

Edisi masih berdoa untuk segera diangkatnya Wabah Korona ini dari Bumi Indonesia agar suasana kehidupan kita kembali ke kondisi new normal. USTAZ KECIL DENGAN MENJADI MAKMUM SAAT BABAHNYA JADI IMAM SHALAT IEDUL FITRI 1441 H di Rumah Saja.
Masih dalam suasana Lebaran, permohonan maaf selalu terpanjatkan dan termohonkan.

Share this post