TIPOLOGI DENGAR DAN MENDENGARKAN: NASIHAT SYIAKH BANDAR BIN AL-HASAN

TIPOLOGI DENGAR DAN MENDENGARKAN: NASIHAT SYIAKH BANDAR BIN AL-HASAN

السماع على ثلاثة أوجه:
منهم من يسمع الطبع
ومنهم من يسمع بالحال
ومنهم من يسمع بالحق.
فالذي يسمع بالطبع يشترك فيه العام والخاص فإن جبلة البشرية استلذاذ الصوت الجميل
والذي يسمع بالحال فهو يتأمل ما يرد عليه من ذكر عتاب أو خطاب أو وصل أو هجر أو قرب أو بعد أو تأسف على فائت أو تعطش الى آت أو وفاء بعهد او تصديق لوعد او نقض لعهد أو ذكر قلق او اشتياق او خوف فراق او فرح وصال او حذر انفصال أو ما جرى مجراه.
واما من يسمع بالحق فيسمع بالله تعالى ولله ولا يتصف بهذه الأحوال التى هي ممزوجة بالحظوظ البشرية فانها باقية مع العلل فيسمعون من حيث صفاء التوحيد بحق لا بحظ.
انتهى كتاب الرسالة القريشية فى علم التصوف ص: ٣٤٣

Mendengar atau Dengar itu ada Tiga Kategori:
Pertama: Orang yang mendengar dengan tabiat yang melekat padanya.
Kedua: Orang yang mendengar dengan Hal-tindakannya.
Ketiga: Orang yang mendengar dengan kebenarannya.

Adapun yang mendengar dengan tabiat kebiasaannya adalah bisa bagi siapa saja baik umum maupun khusus.
Sesungguhnya kecondongan sifat manusiawi merasa menikmati suara yang indah dan merdu.
Sedangkan yang mendengar dengan Hal Kondisinya adalah dia mengangankan apa yang muncul di hadapannya berupa sebutan hinaan, atau komunikasi atau nyambung putus menjauh jauh dekat atau merasa iba terhadap apa yang telah lewat. Apa yang diharapkan akan datang. Atau tertunainya janji atau membenarkan janji atau tunaikan perjanjian. Atau mengingat kesedihan. Atau kerinduan. Atau takut berpisah atau bahagia senang bersilaturrahim atau khawatir terpisah atau yang sejalan dengan segala suatu tersebut.
Adapun yang mendengar dengan Kebenaran.
Dia mendengar dengan perintah Allah dan karena Allah. Maka ini tak terukir dengan kondisi seperti ini yang merupakan hal yang terpatri dalam bagiaan kemanusiaan. Maka tetaplah meski banyak rintangan.
Sehingga mereka mendengar di sisi kesuciaan tauhid dengan kebenaran bukan sebab mendapatkan bagian.

Waalahu a’lam… Terjemahan bebas

Share this post