MERENUNG KEMERDEKAAN INI MAU DIBAWA KEMANA?

MERENUNG KEMERDEKAAN INI MAU DIBAWA KEMANA?


MENCOBA MELIRIK LIMA MODEL SUFISTIK DALAM MENGISI KEMERDEKAAN HIDUP

Syahdan!

Akhir-akhir ini saya berpikir tentang hakikat sufistik, sebab terlalu luas duniawi materi dan filosofi kehidupan untuk dicapai dan dijangkau oleh keterbatasan tenaga dan nalar.

Akhirnya kepasrahan kepada Allah kah yang disebut sufistik?

Dalam berbagai literatur kitab saya coba menelaahnya.
Saya temukan minimal lima model sufistik ini:

Pertama: Model Sufistik Kenabian:
Kehidupan keagamaan yang diperaktekkan oleh nabi dan para sahabatnya.
Model ini tentu tak ada upaya untuk membenturkannya dengan aspek apapun karena langsung bertanya kepada Nabi dan juga kepada para sahabat nabi.

Kedua: Model fatalistik- klasik.
Mereka yang hidup pasrah total kepada Allah meninggalkan kehidupan duniawi. Yang biasa diklaim sebagai ulama’ salafussholeh.

Ketiga: model skolastik-filosofik.
Para filosof yang senang bergumul dengan argumentasi filosofis yang tak kunjung usai.

Keempat: Model Mistik – Pantaistik yang memusnahkan eksistensi diri dan semesta yang ada hanya Allah.

Kelima: Model legalistik etik.
Mereka yang tidak sepakat dengan sufisme kecuali yang sesuai dengan hukum agama serta menekankan etika religius dalam kehidupannya.

Allahu musta’aan ala maa yaruumul insan.
الله المستعان على ما يروم الانسان

Share this post