REFLEKSI DIRI : KUALITAS DIRI

Tak mengapa sekiranya mentamtsilkan (menganalogikan) kualitas pribadi manusia itu seperti Benda, (tentu dalam segala dimensinya apatah lagi di saat musibah corona melandanya), Maka saya boleh berucap :
Kualitas kita di tengah kehidupan Individual dan sosial, berada dalam tiga tingkatan kualitas :

PERTAMA : KUALITAS EMAS-INTAN-MUTIARA

Emas tetaplah emas meski berlumur lumpur. Intan tetaplah intan berlian yang indah dipandang mata meski di bilik redupnya cahaya. Mutiara tetaplah mutiara meski terendam di dasar laut sekalipun.
Inilah gambaran pribadi yang kuat, tangguh, pribadi yang baik yang tak akan pernah goyah oleh hempasan dahsyatnya zaman. Sebesar apapun cobaan dan musibah yang dia terima tak kan pernah surut dan lemah dalam menghadapinya. Inilah kualitas pribadi yang paling ideal.

KEDUA : KUALITAS KAYU

Kursi kayu atau sejenisnya akan tetap kuat dan indah jika diletakkan di tempat dan ruang yang terlindungi dari panas dan hujan. Jika kursi kayu itu terus kena panas dan hujan lama kelamaan akan rusak dan lapuk. Tapi ingat! Masih bisa dipindahkan dan bisa diperbaiki dan dicat kembali jika cat nya rusak. Yang rusak bisa jadi hanya luarannya saja tapi kayu jatinya masih kuat dan kokoh.
Itulah gambaran kualitas pribadi manusia yang kuat tangguh di tempat yang nyaman, aman, namun kadang tak kuat jika berada di kondisi zaman yang tak menyenangkan dan tak menenangkan. Pribadi ini masih bisa diperbaiki karena imun dalamnya masih kuat menerima kebaikan dan perbaikan diri.

KETIGA : KUALITAS KERTAS

Kertas Bagus jika diletakkan di tempat yang bagus, kertas menjadi penghias dinding dalam dawet kertas terukir tulisan kaligrafi. Kertas apalagi sekelas kertas tissue yang lembut yang sangat rentan dengan air. Kertas tissue berubah drastis menjadi leburan-leburan kertas tak bermakna yang tak satupun yang memanfaatkannya.
Inilah gambaran pribadi yang lemah mental lemah spritualnya yang cepat luntur oleh asesoris dan trend zaman. Pribadi yang lumpuh mengeluh dalam terpaan dinamika zaman.
Sehingga pribadi seperti ini memerlukan Laminating Sosial yang kuat, Laminating kesalehan, laminating pengajian, laminating konseling keagamaan, laminating pergaulan soleh sosial sehingga tissuee tetap menjadi berkualitas di saat manusia selalu membutuhkannya.
Maka berusahalah menjadi kualitas yang paripurna seperti kualitas:
emas-intan berlian mutiara.
Yang tak pernah goyah dihempas masa.
Tak pernah menyerah ditimpa petaka.
Tak pernah pesimis dicoba dinamika.
Tak pernah panik dilanda corona
Tak pernah lupa pada yang Kuasa.
Itulah kualitas Emas-intan-mutiara
Bak Kualitas Iman, Islam, Ihsana

Share this post