NAHDLATUL WATHAN DAN EMANSIPATORIS

Semangat  Emansipatoris: Pendidikan untuk Kaum Perempuan.

Ada beberapa lembaga yang secara khusus membina dan mendidik kaum perempuan di Lembaga Nahdlatul Wathan.

Pertama, Madrasah Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyah, madrasah yang didirikan pada era penjajahan Jepang, 15 Rabi’ al-Akhir 1362 H/ 21 April 1943. madrasah inilah, madrasah pertama di NTB yang mencetuskan pendidikan untuk kaum perempuan yang sebelumnya tidak pernah dirintis oleh para tuan guru-tuan guru yang lain. Jadi Nahdlatul Wathan dapat dikatakan sebagai pelopor emansipatoris bagi kaum perempuan yang mensejajarkan antara laki-laki dalam aspek mendapatkan hak dan kewajiban untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Alumni-alumni NBDI dapat mendorong terciptanya lembaga-lembaga keperempuanan di tingkat kabupaten di Lombok, seperti, Madrasah Sullam al-Banat di Sakra, Madrasah al-Banat di Wanasaba, Madrasah Is’af al-Banat di Perian, Madrasah Sa’adatul Banat di Praya, Madrasah Tanbih al-Muslimat di Praya,dll. Ini membuktikan bahwa peranan NBDI yang kemudian dikoordinasikan dalam Organisasi NW telah memberikan kontribusi nyata dalam mengangkat harkat martabat perempuan NTB. Kiprah perempuan NTB jelas memberikan nuansa baru dalam aspek pembangunan sosial keagamaan di tengah komunitas mereka masing-masing.
Kedua, Madrasah Muallimat 6 Tahun, yang didirikan pada tahun 1957, madrasah ini diorientasikan untuk menjadi guru-guru agama di madrasah-madrasah yang didirikan oleh NW dan pemerintah. Kontribusi nyata dari Madrasah Muallimat ini adalah lahirnya srikandi-srikandi NW yang siap berjuang melawan kebodohan dan kesenjangan sosial di tengah masyarakat, dan tidak sedikit dari kader-kader muslimat NW yang berkiprah dalam segala bidang dan keahlian.
Ketiga, Ma’had lil Banat, Perguruan Tinggi yang khusus untuk kaum perempuan yang didirikan oleh TGH.Muhammad Zainuddin pada tahun 1974 M. Lembaga ini merupakan lembaga yang secara kurikulum mengacu pada kurikulum Madrasah as-Saulatiyyah Makkah di mana TGH.M.Zainuddin AM dulu menuntut ilmu, sehingga Ma’had Lil Banat ini lembaga yang secara khusus mengkaji kitab-kitab klasik ala madrasah Saulatiyyah dengan sistem belajar khalaqoh (duduk bersila), dan lembaga ini dibentuk dalam tiga tingkatan.

Kiprah alumni Ma’had Lil Banat ini dalam pembangunan sosial keagamaan di NTB secara umum telah menyebar ke seluruh pelosok tanah air sembari mengemban amanat ke-NW-an dan ke-Islam-an.

Share this post